Senin, 19 Maret 2018

MAKALAH ARSITEKTUR ANDROID


TUGAS MOBILE PROGRAMING

MAKALAH ARSITEKTUR ANDROID

Diajukan untuk memenuhi tugas matakuliah mobile programing pada semester 4


Disusun Oleh:
Kurnia Sandi (1164042)
Kelas:
D4TI2B

Dosen Matakuliah:
M. Harry K. Saputra, S.T., M.T.


PROGRAM DIPLOMA IV TEKNIK INFORMATIKA
POLITEKNIK POS INDONESIA
BANDUNG
2018


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT. Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun berhasil menyelesaikan makalah ini yang bertema “Struktur Android’’. Walaupun dalam proses penyusunan makalah ini penyusun mendapatkan beberapa hambatan dan masalah tetapi dengan bantuan beberapa pihak akhirnya penyusun berhasil menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini di buat sebagai tugas dari mata kuliah mobile programming pada semester empat dan juga di gunakan sebagai pelengkap materi diskusi yang akan di laksanakan ketika jam pelajaran berlangsung.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Penyusun menyadari bahwa dalam pengerjaan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan, oleh karna kritik dan saran dari pembaca sangat di harapkan dan akan di terima penyusun dengan senang hati demi penyempurnaan makalah ini di masa mendatang.


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Perkembangan teknologi yang terjadi di dunia sangatlah pesat. Membuat perkembangan sistem operasi semakin gencar dilakukan. Sistem operasi tidak hanya terdapat pada computer semata, namun juga terdapat pada ponsel. Sistem operasi pada ponsel adalah software utama yang melakukan manajemen dan kontrol terhadap hardware secara langsung serta manajemen dan mengotrol software-software lain sehingga software-software lain tersebut dapat bekerja dengan lancar. Pada era ini, banyak jenis sistem operasi khususnya pada ponsel dibuat dan dikembangkan antara lain iOS, Windows Phone, Android dan lain sebagainya.
Perkembangan Android sendiri saat ini cukup pesat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya vendor membuat perangkat smartphone maupun tablet Android, seperti Samsung, Sony, HTC, LG, dan vendor lokal seperti Mito, Nexian, Cross dan lain sebagainya. Pengguna Smartphone berbasis Android pun juga semakin bertambah tiap tahunnya, hal ini terjadi karena smartphone berbasis Android dapat dibeli dengan harga terjangkau. Selain pengguna, para developer android pun kian bergentayangan dimana-mana karena Google selaku pemegang Android sekarang membebaskan para developer untuk berkreasi.


1.2              Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain sebagai berikut:
1.         Apa itu android?
2.         Apa saja struktur pada android?




1.3              Tujuan dan Manfaat
Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari tentang struktur daripada Android serta menambah wawasan tentang hal tersebut.
Manfaat penyusunan makalah ini adalah agar dapat mengetahui struktur android, bukan hanya sekedar tahu menggunakannya tetapi juga tahu seperti apa struktur Android yang ada. Dan dapat memberikan pengetahuan kepada para pembaca terhadap struktur Android.





BAB II
KERANGKA TEORITIK

2.1              Teori Umum
Android adalah sebuah kumpulan perangkat lunak untuk perangkat mobile yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi utama mobile. Android memiliki empat karakteristik sebagai berikut:
1.      Terbuka
Android dibangun untuk benar-benar terbuka sehingga sebuah aplikasi dapat memanggil salah satu fungsi inti ponsel seperti melakukan panggilan, mengirim pesan teks, menggunakan kamera, dan lain-lain. Android menggunakan sebuah mesin virtual yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan sumber daya memori dan perangkat keras yang terdapat di dalam perangkat. Android merupakan open source, artinya dapat secara bebas diperluas. Platform ini akan terus berkembang seiring berjalannya waktu.
2.      Semua Aplikasi dibuat sama
Android tidak memberikan perbedaan terhadap aplikasi utama dari telepon dan aplikasi pihak ke tiga (third party application). Semua aplikasi dapat dibangun untuk memiliki akses yang sama terhadap kemampuan sebuah telepon dalam menyediakan layanan aplikasi yang luas kepada para pengguna.
3.      Memecahkan Hambatan Pada Aplikasi
Android memecahkan hambatan untuk membangun aplikasi yang baru dan inovatif. Misalnya, pengembang dapat menggabungkan informasi yang diperoleh dari web dengan data pada ponsel seseorang seperti kontak pengguna, kalender, atau lokasi geografis.
4.      Pengembangan Aplikasi yang Cepat dan Mudah
Android menyediakan akses yang sangat luas kepada para pengguna untuk menggunakan library yang diperlukan serta tools yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi. Android memiliki sekumpulan tools yang dapat digunakan sehingga membantu para pengembang dalam meningkatkan produktivitas pada saat akan membangun aplikasinya.
Google Inc. sepenuhnya membangun Android dan menjadikannya bersifat terbuka (open source) sehingga para pengembang dapat menggunakan Android tanpa mengeluarkan biaya untuk lisensi. Android menyediakan Software Development Kit (SDK) dan Application Programing Interface (API) yang diperlukan untuk mulai mengembangan aplikasi serta Bahasa pemrograman yang digunakan ialah Java.

2.2              Teori Khusus
Menurut Nazruddin Safaat H (2012: 1) Android adalah sistem operasi mobile Open Source berbasis Linux yang dikembangkan oleh google. Android merupakan sistem operasi yang open source yang dapat dikembangkan oleh banyak orang untuk menciptakan aplikasinya sendiri. Perusahaan telekomunikasi bergabung untuk membangun android pertama open Handset Alliance pada tanggal 5 november 2007, diantaranya Nvidia, T-Mobile, Qualcomm, Motorola, Intel, HTC dan Google.



BAB III
PEMBAHASAN

3.1              Android
Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri dan digunakan oleh bermacam perangkat mobile. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan hardware, software, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache.
Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

3.2              Arsitektur Android
Diagram dibawah ini merupakan arsitektur dari sistem operasi Android.
1.      Applications
Android akan mengirimkan serangkaian aplikasi initi, termasuk e-mail, SMS, kalender, peta, browser, kontak, dan lain-lain. Semua aplikasi dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Java.

2.      Application Framework
Aristektur aplikasi ini dirancang untuk menyederhanakan penggunaan ulang komponen. Aplikasi apapun dapat mem-publish kapabilitas-nya dan kemudian aplikasi lain dapat menggunakannya.
Yang mendasari aplikasi-aplikasi tersebut adalah seperangkat layanan dan sistem, yaitu:
a.       Satu set tampilan untuk membangun aplikasi, termasuk list, grid, text box, button dan bahkan browser.
b.      Content Providers yang menyediakan aplikasi untuk mengakses data dari aplikasi lain (seperti Kontak), atau untuk data sharing.
c.       Resource Manager menyediakan akses ke resource non-code seperti grafik dan file layout.
d.      Notification Manager yang memungkinkan semua aplikasi untuk menampilkan custom alert pada status bar.
e.       Activity Manager yang mengelola live cycle dari aplikasi dan menyediakan navigasi backstack.

3.      Libraries
Android memuat seperangkat C / C++ libraries yang digunakan oleh berbagai komponen Android. Beberapa libraries core-nya adalah:
a.       System C library, implementasi turunan BSD dari system C library standar (libc) yang disesuaikan untuk perangkat berbasis Linux.
b.      Media Libraries, berbasis Packet Video’s OpenCORE. Support pada library playback, rekaman video dan audio, serta file gambar statis, termasuk MPEG4, MP3, AMR, JPG dan PNG.
c.       Surface Manager, mengelola akses ke tampilan subsistem.
d.      LibWebCore, modern web browser engine yang terintegrasi pada Android dan tampilan web browser.
e.       SGL, engine grafis 2D.
f.        3D libraries, implementasi berbasis OpenGL 1.0 API, library menggunakan hardware 3D.
g.      FreeType, bitmap dan vektor font rendering.
h.      SQLite, database relasional engine yang handal dan ringan tersedia untuk semua aplikasi.

4.      Android Runtime
Setiap aplikasi Android berjalan dalam prosesnya sendiri, contohnya Dalvik Virtual Mesin. Dalvik VM mengeksekisi file dalam format .dex yang dioptimalkan untuk meminimalisir kapasitas memori. VM ini di compile oleh Java Compiler dan ditransformasikan dalam format .dex oleh dx tool.
VM Dalvik bergantung pada kernel Linux untuk fungsionalitas dasar seperti threading dan manajemen memori tingkat rendah.

5.      Linux Kernel
Android bergatung pada Linux versi 2.6 untuk layanan sistem core seperti keamanan, manajemen memori, manajemen proses, network stack dan driver model. Kernel juga bertindak sebagai layer abstraksi antara hardware dan seluruh software stack.




BAB IV
PEMBAHASAN

4.1              Kesimpulan
Android yang diasuh oleh Open Handset Alliance mengibaratkan Android sebagai sebuah tumpukan software. Setiap lapisan (layer) dari tumpukan ini menghimpun beberapa program yang mendukung fungsi-fungsi spesifik dari sistem operasi. Tumpukan paling bawah yaitu kernel. Google menggunakan kernel Linux versi 2.6 untuk membangun Android. Adapun cakupannya yakni memory management, security setting, power management, dan beberapa driver hardware. Bertempat di level yang sama dengan library adalah lapisan runtime yang mencakup serangkaian inti library Java. Oleh karena itu, para programmer dapat membuat dan mengembangkan aplikasi untuk Android menggunakan bahasa pemrograman Java. Lapisan selanjutnya adalah application framework, yang mencakup program untuk mengatur fungsi- fungsi dasar smartphone.

4.2              Saran
Meskipun struktur android sangat canggih dibanding struktur-struktur lainnya, sebagai pengguna kita harus memilih kebutuhan yang paling cocok dengan kondisi kita.
DAFTAR PUSTAKA




Kamis, 27 April 2017

KUNJUNGAN INDUSTRI

HASIL KUNJUNGAN INDUSTRI PT. LEN INDUSTRI (PERSERO)
POLITEKNIK POS INDONESIA
BANDUNG 20 APRIL 2017
KURNIA SANDI ( 1164042 )
KELAS D4 TI 1B
DOSEN PEMBIMBING KUNJUNGAN INDUSTRI : 
Rd. NURAINI SF., SS., M.Hum.




KATA PENGANTAR


Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan petunjuk-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan hasil kunjungan industri ini dengan judul “HASIL KUNJUNGAN INDUSTRI PT. LEN (PERSERO)” yang mana laporan ini disusun bertujuan untuk memenuhi stugas event kunjungan indostri di Politeknik POS Indonesia.

Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam penyajian data dalam laporan ini. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan hasil kunjungan industri ini berguna dan dapat menambah pengetahuan pembaca tentang PT. LEN (Persero) ini.

Demikian laporan ini saya susun, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan banyak terdapat kekurangan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.



Penyusun

                                                                                                                                                                                                                                                                                         Kurnia Sandi 




BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

   Pada dasarnya, semua Mahasiswa ingin selalu menambah pengetahuan dan wawasan di masa perkembangan era globalisasi yang pesat ini. Menambah pengetahuan dan wawasan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara melalui Kunjungan Industri.
    Len bukan lagi merupakan kepanjangan dari Lembaga Elektronika Nasional (LEN), tetapi telah menjadi sebuah entitas bisnis profesional dengan nama PT Len Industri. Saat ini LEN berada di bawah koordinasi Kementrian Negara BUMN dengan kepemilikan saham 100% oleh Pemerintah Republik Indonesia.

B. TUJUAN

     Adapun tujuan diselenggrakan kegiatan kunjungan industri ini adalah sebagai berikut :
     1) Melaksanakan agenda tahunan kampus Politeknik POS Indonesia.
     2) Menambah wawasan tentang dunia kerja khususnya di bidang IT.
     3) Menumbuhkan motivasi dari dalam diri untuk terus belajar.

C. MANFAAT

    Adapun manfaat diselenggrakan kegiatan kunjungan industri ini adalah sebagai berikut :
    1) Mahasiswa mengetahui bagaimana cara kerja di perusahaan.
   2) Mahasiswa memperoleh ilmu tentang bagaimana cara menghadapi suatu masalah yang terjadi dalam perusahaan.


BAB II
PEMBAHASAN

A. SEJARAH PT. LEN INDUSTRI

   Didirikan sejak tahun 1965, LEN (Lembaga Elektronika Nasional) kemudian bertransformasi menjadi sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 1991.

     Sejak saat itu, Len bukan lagi merupakan kepanjangan dari Lembaga Elektronika Nasional (LEN), tetapi telah menjadi sebuah entitas bisnis profesional dengan nama PT Len Industri. Saat ini Len berada di bawah koordinasi Kementrian Negara BUMN dengan kepemilikan saham 100% oleh Pemerintah Republik Indonesia. Selama ini, Len telah mengembangkan bisnis dan produk-produk dalam bidang elektronika untuk industri dan prasarana, serta telah menunjukkan pengalaman dalam bidang :

  1. Broadcasting, selama lebih dari 30 tahun, dengan ratusan Pemancar TV dan Radio yang telah terpasang di berbagai wilayah di Indonesia.
  2. Jaringan infrastruktur telekomunikasi yang telah terentang baik di kota besar maupun daerah terpencil.
  3. Elektronika untuk pertahanan, baik darat, laut, maupun udara.
  4. Sistem Persinyalan Kereta Api di berbagai jalur kereta api di Pulau Jawa dan Sumatera.
  5. Sistem Elektronika Daya untuk kereta api listrik.
  6.  Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang telah terpasang diberbagai pelosok Indonesia.

B. VISI DAN MISI

VISI :
     "Menjadi perusahaan elektronika kelas dunia".

MISI : 
   "Meningkatkan kesejahteraan stakeholder melalui inovasi produk elektronika industri dan prasarana"    

C. PERAN STRATEGIS

    Teknologi yang dikembangkan Len mempunyai peran strategis dalam :
 a) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui produk-produk energi terbarukan.
 b) Turut serta menjaga kedaulatan negara, dengan produk-produk pertahanan, transportasi dan ICT          (Information & Communication Technology).
 c) Manufacturing, sebagai teknologi pendukung kedua peran di atas.

    Semua usaha tersebut pada akhirnya bermuara pada target Len untuk mengembangkan kemandirian teknologi yang berdaya saing.


D. MAKSUD DAN TUJUAN

   Dalam Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan Pasal 3 disebutkan bahwa maksud dan tujuan perusahaan adalah “Turut melaksanakan dan menunjang kebijakan dan program Pemerintah di bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional pada umumnya dan khususnya dalam bidang Industri Elektronika dan Prasarana, yang mencakup bidang-bidang Broadcasting, Multimedia, Teknologi Informasi, Elektronika Daya, Elektronika Energi, Jaringan Telekomunikasi, Sistem Pengendalian dan Pengaturan, Navigasi, Persinyalan Kereta Api, Elektronika Kelautan (Maritim), Elektronika Penerbangan (Avionics), Elektronika Pertahanan baik perangkat lunak maupun perangkat kerasnya, selanjutnya disebut Elektronika Industri dan Prasarana serta rekayasa di bidang keteknikan lainnya serta optimalisasi aset-aset Perseroan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.”

E. SASARAN

    RKAP 2015 merupakan milestone dalam pencapaian sasaran perusahaan jangka panjang. Dalam RJP Len tahun 2014-2019, sasaran jangka panjang perusahaan tahun 2019 adalah ”Menjadi perusahaan berstandar Global yang mampu mencapai lonjakan pertumbuhan kinerja yang signifikan, didukung oleh struktur modal yang kuat melalui inovasi, reposisi dan transformasi bisnis EPC dan Investasi”.



BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

    Dari hasil pemaraparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa PT. LEN Industri (Persero) ini merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pertahanan negara yang bertujuan untuk menjadi perusahaan elektronika kelas dunia.


B. SARAN

      Saran saya, untuk perusahaan PT. LEN ini sendiri diharapkan agar membuka cabang-cabang mereka disetiap daerah di Indonesia layaknya perusahaan BUMN yang lain serta mendirikan Sekolah/Universitas yang terkait dengan PT. LEN ini sendiri.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk video kegiatan Kunjungan Industri kami bisa dilihat di sini :)

MAKALAH ARSITEKTUR ANDROID

TUGAS MOBILE PROGRAMING MAKALAH ARSITEKTUR ANDROID Diajukan untuk memenuhi tugas matakuliah mobile programing pada semester 4 ...