TUGAS MOBILE PROGRAMING
MAKALAH ARSITEKTUR ANDROID
Diajukan
untuk memenuhi tugas matakuliah mobile programing pada semester 4

Disusun
Oleh:
Kurnia
Sandi (1164042)
Kelas:
D4TI2B
Dosen
Matakuliah:
M.
Harry K. Saputra, S.T., M.T.
PROGRAM DIPLOMA IV TEKNIK INFORMATIKA
POLITEKNIK POS INDONESIA
BANDUNG
2018
KATA
PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah SWT. Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya sehingga penyusun berhasil menyelesaikan makalah ini yang bertema
“Struktur Android’’. Walaupun dalam proses penyusunan makalah ini penyusun
mendapatkan beberapa hambatan dan masalah tetapi dengan bantuan beberapa pihak
akhirnya penyusun berhasil menyelesaikan makalah ini.
Makalah
ini di buat sebagai tugas dari mata kuliah mobile programming pada semester empat
dan juga di gunakan sebagai pelengkap materi diskusi yang akan di laksanakan
ketika jam pelajaran berlangsung.
Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca. Penyusun menyadari bahwa dalam pengerjaan makalah ini
masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan, oleh karna kritik dan saran
dari pembaca sangat di harapkan dan akan di terima penyusun dengan senang hati
demi penyempurnaan makalah ini di masa mendatang.
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Perkembangan teknologi
yang terjadi di dunia sangatlah pesat. Membuat perkembangan sistem operasi
semakin gencar dilakukan. Sistem operasi tidak hanya terdapat pada computer
semata, namun juga terdapat pada ponsel. Sistem operasi pada ponsel adalah
software utama yang melakukan manajemen dan kontrol terhadap hardware secara
langsung serta manajemen dan mengotrol software-software lain sehingga software-software
lain tersebut dapat bekerja dengan lancar. Pada era ini, banyak jenis sistem
operasi khususnya pada ponsel dibuat dan dikembangkan antara lain iOS, Windows
Phone, Android dan lain sebagainya.
Perkembangan Android
sendiri saat ini cukup pesat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya vendor
membuat perangkat smartphone maupun tablet Android, seperti Samsung, Sony, HTC,
LG, dan vendor lokal seperti Mito, Nexian, Cross dan lain sebagainya. Pengguna
Smartphone berbasis Android pun juga semakin bertambah tiap tahunnya, hal ini
terjadi karena smartphone berbasis Android dapat dibeli dengan harga
terjangkau. Selain pengguna, para developer android pun kian bergentayangan
dimana-mana karena Google selaku pemegang Android sekarang membebaskan para
developer untuk berkreasi.
1.2
Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah
yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain sebagai berikut:
1. Apa itu android?
2. Apa saja struktur pada android?
1.3
Tujuan
dan Manfaat
Tujuan penyusunan makalah
ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari tentang struktur daripada Android
serta menambah wawasan tentang hal tersebut.
Manfaat penyusunan
makalah ini adalah agar dapat mengetahui struktur android, bukan hanya sekedar
tahu menggunakannya tetapi juga tahu seperti apa struktur Android yang ada. Dan
dapat memberikan pengetahuan kepada para pembaca terhadap struktur Android.
BAB
II
KERANGKA
TEORITIK
2.1
Teori
Umum
Android adalah sebuah
kumpulan perangkat lunak untuk perangkat mobile yang mencakup sistem operasi,
middleware dan aplikasi utama mobile. Android memiliki empat karakteristik
sebagai berikut:
1. Terbuka
Android
dibangun untuk benar-benar terbuka sehingga sebuah aplikasi dapat memanggil
salah satu fungsi inti ponsel seperti melakukan panggilan, mengirim pesan teks,
menggunakan kamera, dan lain-lain. Android menggunakan sebuah mesin virtual
yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan sumber daya memori dan perangkat
keras yang terdapat di dalam perangkat. Android merupakan open source, artinya dapat
secara bebas diperluas. Platform ini akan terus berkembang seiring berjalannya
waktu.
2.
Semua Aplikasi dibuat sama
Android
tidak memberikan perbedaan terhadap aplikasi utama dari telepon dan aplikasi
pihak ke tiga (third party application). Semua aplikasi dapat dibangun untuk memiliki
akses yang sama terhadap kemampuan sebuah telepon dalam menyediakan layanan
aplikasi yang luas kepada para pengguna.
3.
Memecahkan Hambatan Pada Aplikasi
Android memecahkan hambatan untuk membangun aplikasi
yang baru dan inovatif. Misalnya, pengembang dapat menggabungkan informasi yang
diperoleh dari web dengan data pada ponsel seseorang seperti kontak pengguna,
kalender, atau lokasi geografis.
4.
Pengembangan Aplikasi yang Cepat dan Mudah
Android
menyediakan akses yang sangat luas kepada para pengguna untuk menggunakan
library yang diperlukan serta tools yang dapat digunakan untuk membangun
aplikasi. Android memiliki sekumpulan tools yang dapat digunakan sehingga
membantu para pengembang dalam meningkatkan produktivitas pada saat akan membangun
aplikasinya.
Google
Inc. sepenuhnya membangun Android dan menjadikannya bersifat terbuka (open
source) sehingga para pengembang dapat menggunakan Android tanpa mengeluarkan
biaya untuk lisensi. Android menyediakan Software Development Kit (SDK) dan
Application Programing Interface (API) yang diperlukan untuk mulai mengembangan
aplikasi serta Bahasa pemrograman yang digunakan ialah Java.
2.2
Teori
Khusus
Menurut Nazruddin Safaat
H (2012: 1) Android adalah sistem operasi mobile Open Source berbasis Linux
yang dikembangkan oleh google. Android merupakan sistem operasi yang open
source yang dapat dikembangkan oleh banyak orang untuk menciptakan aplikasinya
sendiri. Perusahaan telekomunikasi bergabung untuk membangun android pertama
open Handset Alliance pada tanggal 5 november 2007, diantaranya Nvidia,
T-Mobile, Qualcomm, Motorola, Intel, HTC dan Google.
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1
Android
Android adalah sistem
operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform
terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri dan
digunakan oleh bermacam perangkat mobile. Awalnya, Google Inc. membeli Android
Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk
mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34
perusahaan hardware, software, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel,
Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Pada saat perilisan
perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance
menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di
lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache.
Di dunia ini terdapat dua
jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh
dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar
bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open
Handset Distribution (OHD).
3.2
Arsitektur
Android
Diagram dibawah
ini merupakan arsitektur dari sistem operasi Android.

1. Applications
Android
akan mengirimkan serangkaian aplikasi initi, termasuk e-mail, SMS, kalender,
peta, browser, kontak, dan lain-lain. Semua aplikasi dibuat dengan menggunakan
bahasa pemrograman Java.
2.
Application
Framework
Aristektur aplikasi ini dirancang untuk
menyederhanakan penggunaan ulang komponen. Aplikasi apapun dapat mem-publish
kapabilitas-nya dan kemudian aplikasi lain dapat menggunakannya.
Yang mendasari aplikasi-aplikasi tersebut adalah
seperangkat layanan dan sistem, yaitu:
a. Satu
set tampilan untuk membangun aplikasi, termasuk list, grid, text box, button
dan bahkan browser.
b. Content
Providers yang menyediakan aplikasi untuk mengakses data dari aplikasi lain
(seperti Kontak), atau untuk data sharing.
c. Resource
Manager menyediakan akses ke resource non-code seperti grafik dan file layout.
d. Notification
Manager yang memungkinkan semua aplikasi untuk menampilkan custom alert pada
status bar.
e. Activity
Manager yang mengelola live cycle dari aplikasi dan menyediakan navigasi
backstack.
3.
Libraries
Android
memuat seperangkat C / C++ libraries yang digunakan oleh berbagai komponen
Android. Beberapa libraries core-nya adalah:
a. System
C library, implementasi turunan BSD dari system C library standar (libc) yang
disesuaikan untuk perangkat berbasis Linux.
b. Media
Libraries, berbasis Packet Video’s OpenCORE. Support pada library playback,
rekaman video dan audio, serta file gambar statis, termasuk MPEG4, MP3, AMR,
JPG dan PNG.
c. Surface
Manager, mengelola akses ke tampilan subsistem.
d. LibWebCore,
modern web browser engine yang terintegrasi pada Android dan tampilan web
browser.
e. SGL,
engine grafis 2D.
f.
3D libraries, implementasi berbasis OpenGL
1.0 API, library menggunakan hardware 3D.
g. FreeType,
bitmap dan vektor font rendering.
h. SQLite,
database relasional engine yang handal dan ringan tersedia untuk semua
aplikasi.
4.
Android
Runtime
Setiap
aplikasi Android berjalan dalam prosesnya sendiri, contohnya Dalvik Virtual
Mesin. Dalvik VM mengeksekisi file dalam format .dex yang dioptimalkan untuk
meminimalisir kapasitas memori. VM ini di compile oleh Java Compiler dan
ditransformasikan dalam format .dex oleh dx tool.
VM
Dalvik bergantung pada kernel Linux untuk fungsionalitas dasar seperti
threading dan manajemen memori tingkat rendah.
5. Linux Kernel
Android bergatung pada Linux versi 2.6 untuk layanan
sistem core seperti keamanan, manajemen memori, manajemen proses, network stack
dan driver model. Kernel juga bertindak sebagai layer abstraksi antara hardware
dan seluruh software stack.
BAB
IV
PEMBAHASAN
4.1
Kesimpulan
Android yang diasuh oleh
Open Handset Alliance mengibaratkan Android sebagai sebuah tumpukan software.
Setiap lapisan (layer) dari tumpukan
ini menghimpun beberapa program yang mendukung fungsi-fungsi spesifik dari
sistem operasi. Tumpukan paling bawah yaitu kernel. Google menggunakan kernel
Linux versi 2.6 untuk membangun Android. Adapun cakupannya yakni memory
management, security setting, power management, dan beberapa driver hardware.
Bertempat di level yang sama dengan library adalah lapisan runtime yang
mencakup serangkaian inti library Java. Oleh karena itu, para programmer dapat membuat
dan mengembangkan aplikasi untuk Android menggunakan bahasa pemrograman Java.
Lapisan selanjutnya adalah application framework, yang mencakup program untuk
mengatur fungsi- fungsi dasar smartphone.
4.2
Saran
Meskipun struktur android
sangat canggih dibanding struktur-struktur lainnya, sebagai pengguna kita harus
memilih kebutuhan yang paling cocok dengan kondisi kita.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar